Kamis, 18 Oktober 2012

"Penolakan" .....................................

 

"jangan pernah takut akan sesuatu, maka itu pasti akan terjadi"

gue merasa Tuhan sedang menghukum gue.

yaa.. penolakan..
bukan ditolak terhadap sesuatu yang diinginkan, melainkan lebih kejam. ditolak dalam pergaulan.

gue sensitif, gue perasa, dan gue tahu siapa yang suka dan tidak suka dengan sikap gue.
semua orang didunia ini MUNAFIK.

masuk dalam dunia perkuliahan adalah sesuatu yang paling gue takuti sekaligus paling diinginkan. 
pertama, gue takut berpisah dengan teman-teman semasa sma, gue takut kehilangan eksistensi yang telah gue dapat semasa sekolah di SMP dan SMA, gue takut terhadap pergaulan yang harus gue bina dari 0 lagi.
tapii gue menunggu saat kuliah, dimana gue yakin Tuhan telah memberikan gue kesempatan lagi, dimana gue bisa memberikan sejuta senyuman untuk kedua orangtua. 

tapi.. yaa, segala sesuatu yang ditakuti benar terjadi.
penolakan terhadap diri mulai terjadi. awalnya sulit untuk menerima, bahkan hingga detik ini sulti sekali diterima. menangis tiap malam rasanya juga beban tetap  berat.
gue gatau apa yang salah sma diri gue sendiri.
masuk dunia psikologi sama aja masuk dunia IPA semasa SMA. hambaarr dan sulit berteman.
gue gatau apakah gue udah membuka diri atau belum, bahkan gue merasa membuka diripun percuma kalau gue udah ditolak dari awal.

gue ga bisa asik kalo ga ada yang mulai. ini salah gue??
gue takut berteman sama orang eksis. ini salah gue??
gue ga bisa terima kalo gue ga eksis. ini juga salah gue??

di smp maupun di sma gue terkenal pelupa, pikun, ceroboh, manja dan suka meminta maaf. ini jadi cirikhas gue selama bertahun-tahun. pacar gue sendiri mungkin udah hafal dengan sikap gue. gue mencoba untuk berubah menjadi anggun dan dewasa itu sulit.
ketika masuk kelas di kampus, ternyata gue menemukan orang yang sama persis dengan sikap gue, karena dia eksis, gue mencoba untuk bersikap dewasa dan ga mengeluarkan kelemahan" gue.
daan................ dia, si cewe yang cantik tapi suka ngomong maaf, heboh, menarik dan memiliki sikap hamipr sama dengan gue menjadi eksis dan semua mencap, bahwa itu telah menjadi sikap dia.
sejak saat itu gue menutup diri. entah kenapa.
rasanya takut untuk mengucapkan kata "maaf", takut bersikap polos, takut bertanya ketika gue lemot dan ga ngerti apa". seakan-akan gue seperti ngikutin dia.
ya penolakan akan sikap gue terjadi... gue harus berbuat apa?
pemenuhan eksistensi diri gue bener-bener ga ada
 LAURA JADI PENDIEM? OH MAAN.. bukan gue banget!! tapi gue harus gimana?!
gue terbuka hanya sama Chara, temen baru gue yang cukup pendiam padahal sebenernya dia baik dan asik! tapi entah sampai kapan pertemanan gue sama chara bakal bertahan.

penolakan kedua yang gue rasakan adalah
ketika gue melamar kepanitiaan ATM fakultas psikologi.
secara kebetulan dan suatu keberuntungan gue diterima sebagai BPH di acara FS UPM dan Sie transport di HIMAPSI, suatu kebanggaan banget buat gue. menyadari memiliki rumah yang sangat jauh dan akses kendaraan yang sulit, gue memutuskan untuk ga terlibat kepanitiaan apapun lagi, tapi daripada disuruh isi acara akhirnya gue memilih untuk jadi PIC, seksi paling ringan pekerjaanya.
ternyata eh ternyata, seksi PIC mengalami pembuangan anggota, dan ternyata gue dibuang (aduh bahasanya), mungkin karna gue waktu itu ga ikut rapat pertama atau mungkin memang ga kepilih.
yaaaaa, dibuang itu memang bukan gue yang menjadi satu-satunya orang yang dibuang, tapi jadi yang terbuang adalah penolakan gue untuk kesekiannya.

entah masih ada berapa penolakan lagi yang akan gue terima. siap? ga siaplaahh. secara selama ini gue sama sekali belom pernah mengalami penolakan dan menjadi 'ansos'. gue selalu mendapat jalan untuk menjadi eksis dan cukup dikenal orang.
selama ini gue selalu bersikap baik dan ramah kepada semua orang, bahkan gue slalu ngajak ngomong mereka yang merasa diansoskan oleh temen-temen gue, karna gue tau itu rasanya ga enak banget.
tapi Tuhan mungkin punya rencana baik dibalik ini semua.
Tuhan mungkin mau mengubah posisi gue, yaa roda selalu berputar kawan.
Tuhan mau supaya gue mendapat pelajaran, Tuhan mau supaya gue belajar dari diri gue sendiri, bagaimana gue harus bersikap, bagaimana cara gue mengatasi setiap masalah yang gue hadapi, sebelum gue menjadi seorang psikologi yang mengatasi dan memberikan saran kepada semua orang.

Tuhan ga akan memberikan cobaan yang berat bagi umatNya yang tidak mampu.
gue bersyukur masih punya kedua orang tua yang selalu mendukung gue, mereka bilang penolakan yang terjadi selalu ada tujuan sesudahnya, gue tau mereka khawatir dan takut gue depresi seprti kejadian 7 tahun silam dimana gue hampir dibawa ke psikologi karen masalah yang membuat gue depresi.
dan gue masih punya pacar, seseorang yang masih setia menemani gue, entah sampai kapan :')

yaa Lauraa. you can do it! be a strong girl! gue ga sendiri, gue hanya sedang diberi jarak oleh orang-orang yang akan menemani gue nanti ;') Tuhan itu baik!

*ternyata berpikir positif itu sulit yah*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar