PSIKOLOGI! dan IPA........................
kenapa yah ambil ini? ga pernah kepikiran sekalipun kalo gue bakal menekuni pendidikan ilmu psikologi.niat pertama waktu SMA adalah dokter. pas kelas 1 papa sampai bela-belain datang ke sekolah cuma demi melihat gue masuk IPA atau ngga, dan ternyata masuk!! waaahh gue gatau harus sedih atau atau bangga. di satu sisi semua tementemen gue mayoritas IPS, disatu sisi keinginan orangtua adalah masuk IPA dan kedokteran.
sebulan 2 bulan 3 bulan.. berjalan di kelas IPA gue mulai merasa ga nyaman. setia[ hari kerjaan gue cuma taro tas dan langsung ke kelas IPS dan itu gue lakukan selama 2 tahu penghabisan di masa SMA.
selama sekolah keinginan menjadi dokter mulai pupus. berbagai faktor mendorong gue untuk melepas itu semua.
ekonomi? ya.. mami dan papi emang sudah mempersiapkan tabungan untuk kuliah kedokteran, tetapi melihat ke depannyam gue ga berani ambil resiko. umur semakin tua, gue ga akan mengorbankan keringat orangtua gue untuk kedokteran yang gue sendiri ga terlalu berminat.
minat bakat?
gue ga takut dengan darah atau pun gue cuma geli sama kodok cicak dan ulat (?) hahahai
tapi kemampuan gue di IPA terlalu memaksa untuk masuk ke kedokteran. mungkin kalau gue lebih berusaha gue bisa, tapi selala 2 tahun di IPA aja gue ogah-ogahan, dan diri gue sendiri terlalu mau happy bukan mau serius.
itulah alasan kenapa gue mengurungkan diri mengambil kedokteran.
PR (pblic rlation) di London School
ini adalah pilihan kedua, setelah pupusnya kedokteran. ternyata ini ditentang habis-habisan. kata orang tua, yang ada gue tambah nakal kalau ambil jurusan ini, karena terlalu bebas dan santai.
PSIKOLOGI atmajaya
ini adalah pilihan orangtua. ga pernah sekalipun terbayan gue akan mengambil jurusan ini.
kerja apa nanti?! itu yang selalu ada dipikiran gue. tapi kata mami, seandainya tidak ada pekerjaan sekalipun, psikologi bisa diterapkan di rumah kepada keluarga, suami, dan anak kelak.\
gue berpikir..................... benar juga yah..
keadaan keluarga gue sendiri sebenernya ga harmonis, kedua orang tua sama-sama keras, mungkin dengan gue masuk psikologi, gue bisa lebih sabar menghadapi kenyataan yang ada dikeluarga gue dan yang ada di hidup gue.
buat gue ini semua jalan Tuhan.
penolakan yang akan gue terima berikutnya juga merupakan rencana Tuhan, tidak ada yang tahu. karena gue yakin Tuhan punya sejuta hadiah buat kita, kerja keras dan jerh payah kita, akan terasa kelak.
dengan menjadi psikolog, gue bisa memberikan 1 senyuman bahagia kepada orangtua gue, dengan masuknya gue ke atmajaya gue memciptakan 1 senyuman lagi buat mereka dan gue akan memciptakan sejuta senyuman lagi di bibir mereka.
PSIKOLOGY im comin' !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar